Sabtu, 23 Januari 2010

Kerajaan Anak Ayam

Alkisah, tertidur seorang raja legenda selama lebih dari 1000 taun. Namun karena guncangan nafsu, sang raja bangkit kembali. RAJA TELAH BANGKIT!! bersama dengan RATU MLR ia menjalankan kekuasaan dengan SANGAT MERESAHKAN.




Dengan penuh keegoisan, sang raja membuat para penduduk resah. Kerajaan yang telah dibangun susah payah oleh raja sebelumnya, EDO, dihancurkan seketika dengan kenyataan bahwa tak ada yang bs mengalahkan RAJA PIRA. RAJA EDO takluk karena kelalaiannya selalu bermain BB di setiap saat hingga tidak sigap pada bahaya yang menghampiri.




RTB kemudian membentuk kerajaannya sendiri dan mempekerjakan seorang pembunuh bayaran. Seorang ninja dari klan Iga. Ia bernama ASASWINN.

Asaswin mampu menyelinap di kamar orang secara diam-diam dan membunuh dengan backstab.
Dengan mengendarai motor Bajaj Pulsar ia mampu berlari secepat angin dan hilang bagai kabut. Pembunuh berdarah dingin.




RTB juga memperkerjakan seorang penasihat. Namun penasihat ini cukup mahal. Ia memanggilnya dari negeri seberang. ARMANDO BOHDAN si pencinta MPE MPE. Selain sebagai penasihat, ia juga sebagai food tester. Terutama mpek mpek dan brownies.






Ia memerintah dengan kekejaman. Bagi penduduk kecil, yang hanya adalah TEROR. Para rakyat pun mulai resah dan mulai melakukan kudeta. Sebagai ketua dari rakyat kecil, ERNEST si petani tangguh pun mulai menggerakan massa.


Bagaimanakah kelanjutan cerita ini? Apakah gerakan kaum proletar akan sanggup menghancurkan kekuasaan RTB yang kaku seperti bantet?


ANDA TENTUKAN SENDIRI. *males buat lanjutannya*

Kamis, 21 Januari 2010

4nAk al4y

H4y p3Mb4c4. 5ekar4ng 6w m4u C0ba tuli5 p4k3 BAh4s4 alay. b461 y4n6 k35Ul1taN 51l4hk4n d1C3rm4T1 dan D1p3l4j4r1 L3b1h L4njUt la61 y4 h4h4hA!

k4l1 1nI 6w lA6i m1nggu T3n4n6
T4p1 6Ak t3nan6

tU645... k3rja...
tu645.. t4k3 h0m3 t35t..
N0v3L..
k4mpr3T Ab335 d4H!!

53mU4 p4d4 punY4 p4C4R.. b4g005s...

D0d0 t4p1 L46I 53d1h 64ra2 dT1n66al S4nG K3k45ih.. ye5! T3m3N j0Mbl0! h4h4h4h4!

Ok3 p1r4 53m4k1n m3ngK0kohK4n P0s1s1nya s3B46a1 raJ4..
gw CumA dKa51 t3MpAt S3b4g41 p3T4N1..

hIk5..

p3t4ni l46i c0b4 m4N3n pad1 n1..
k1t4 l14t P4d1ny4 k0p0n6 4t0 ber151..
hah4h4HA.
5Ukur-sukur b3ri51 b1ar r4J4 64k k3l4pEran h4h4H4!




gimana, asik gak bacanya? wakakkaka
enjoy~~

Selasa, 12 Januari 2010

pasangan selingkuh

gak sekali gw menjadi saksi mata perselingkuhan


temen2 gw selingkuh
mantan gw selingkuh (hm nyadar gak ye orangnya.. hahaha)
customer d starbux byk yg selingkuh (berdasarkan pengamatan sepihak)
gw hampir jadi selingkuhan
gw hampir cari selingkuhan
temen gw jadi selingkuhan
temen gw ada yg lagi cari2 selingkuhan


hahaha belom puas ama pasangan sendiri atau emang hakekatnya orang pacaran/berhubungan pasti selingkuh atau yg nyerempet2 gitu ye biar langgeng?
kurang mengerti juga yah saya hehe

kalo gw sih waktu itu ya emang lagi penasaran aje kalo selingkuh rasanya apa. tapi kegnya gk ada yang mau jadi slingkuhan ye keg di pelm jomblo gitu hahahaha!

tapi yg gw tau dari perselingkuhan yg ada cuma karma n sad ending..
ya yg kalo pada happy ending mungkin uda PRO ye.. nunggu karmanya aje.. hahaha.


uda lah, jangan main selingkuh ya pembaca.
kalo kata changcuters sih main serong boleh asal uda jago..
tapi tetep aje... jangan main api ntar kebakar hahahah


yok ah capcus gan!

All I Do Is Dream Of You

All I do is dream of you
The whole night through
With the dawn I still go on
Dreamin' of you

You're every thought, you're everything
You're every song I ever sing
Summer, winter, autumn and spring

And were there more than twenty-four hours a day
They'd be spent in sweet content dreamin' away

Sky's are gray, sky's are blue
Morning, noon and nighttime, too
All I do the whole day through is dream of you

It's the cat's meow

All I do the whole day through
Is dream of you

Sabtu, 09 Januari 2010

KISAH SI BABI MERAH

Di suatu hutan tinggallah sebuah keluarga babi. Keluarga babi itu terdiri dari Ibu Babi dan anaknya Si Babi Merah bernama Akiong. Mereka sebenarnya tidak berasa dari ras Babi Merah, tetapi Akiong mengalami obesitas sehingga badannya menjadi merah seperti Babi Merah.

Mereka tinggal di tengah hutan, di tepian sebuah sungai. Sepanjang sungai tumbuh berbagai macam pohon buah dan tumbuh cukup subur. Di belakang rumah, Si Ibu Babi menanam berbagai macam sayuran, seperti bayam, kol, brokoli, dan lainnya. Selain sayuran, ia juga menanam kentang sebagai pengganti nasi dan kacang-kacangan. Kehidupan mereka sehari-hari cukup terpenuhi oleh hasil kebun mereka sendiri

Mereka hidup dengan penuh kesederhanaan. Rumah yang terlihat seperti gubuk itu cukup nyaman untuk mereka berdua. Walau hanya terdapat dua buah kamar, satu toilet, ruang tamu, dapur, dan ruang makan, mereka menikmatinya dan tidak banyak mengeluh. Kamar Akiong hanya ada sebuah televisi dan dvd player, namun cukup untuk membuatnya malas bergerak keluar kamar layaknya seekor anti-sosial yang tidak suka bergaul dengan hewan lain.

Ayah Akiong meninggal saat Akiong masih kecil dan tidak meninggalkan apa-apa. Ayah Akiong dulu merupakan seorang aktivis HAB (Hak Asasi Binatang). Ia selalu mengkritik pemerintah dan gencar membela hak mereka yang tertindas. Namun sayangnya kegiatannya itu harus berakhir saat Akion baru berusia 2 tahun, saat ia tewas tertembak oleh polisi saat demo besar-besaran memprotes pemerintahan Presiden Bongsyeng. Layaknya pahlawan, perjuangan Ayah Akiong dan teman-temannya ini sering diperingati setiap tanggal 13 Oktober.

Sang Ibu Babi bekerja sebagai pembuat kue dan sering menerima pesanan dalam jumlah besar pada hari menjelang Natal ataupun Lebaran. Menjadi single parent tidak membuat Ibu Babi patah semangat menjalani hidup, meski anaknya cukup merepotkannya. Selain membuat kue, ia juga yang mengerjakan lahan perkebunannya sendiri. Menginjak usia 40, Ibu Babi seperti tidak pernah kehabisan tenaga. Keriput yang mulai muncul di wajahnya seperti hanya riasan yang berusaha menutupi jiwa mudanya. Seekor betina kuat yang jarang ditemukan.

Akiong sang babi merah memiliki berat sekitar 150kg dengan tinggi 150cm. Baju yang hampir robek membungkus lipatan lemaknya yang berwarna merah kehitaman karena daki. Baju itu juga tidak dapat membungkus tubuhnya sepenuhanya, sehingga perutnya menyembul kemana-mana. Celana pendeknya juga sudah bau dan jarang diganti. Begitu juga dengan wajah lusuhnya, di hidung besarnya masih tersisa saus barbekyu, begitu juga di sekitar mulutnya, masih tersisa remah-remah biskuit. Dari matanya yang sayup-sayup dapat terlihat jelas bahwa ia seekor babi pemalas yang kerjanya hanya tidur. Rambutnya yang ikal berminyak hampir menutupi matanya. Di jari-jari pendeknya masih tersisa minyak bekas makanan. Jadi bila anda mencari babi gemuk dan siap untuk dipotong, Akiong merupakan pilihan terbaik.

Sehari-hari Akiong hanya tidur dan makan di rumah. Ia tidak berniat melanjutkan sekolahnya setelah lulus SMP karena malas. Sehari-hari ia hanya menonton DVD sambil memakan kue-kue buatan ibunya. Ia hanya menjadi beban di rumah. Ibunya sudah berulang kali menasehati untuk melanjutkan sekolah atau mencari pekerjaan, tetap tidak didengarkan. Keuanganan keluarga selalu mengalami defisit karena pengeluaran untuk Akiong terlalu besar. Ia sendiri sampai lelah menghadapi sikap Akiong dan berharap kehidupannya akan berubah. Oleh karena itu Ibu Babi sedang berpacaran dengan seorang pengusaha sukses yang berasal dari Kalimalang Timur, berharap kehidupannya akan membaik.

Pada suatu hari, Ibu Babi membuat kue untuk kakaknya. Karena sibuknya pekerjaan, Sang Ibu Babi meminta bantuan pada Akiong untuk mengantarkan makanan tersebut ke rumah kakaknya yang berada di hutan sebelah yang berjarak kira-kira 13km.

“Akiong, Ibu minta tolong dong. Antarkan kue ini untuk Bibi Acai. Dia ulang tahun hari ini.”

Akiong yang sedang bermalas-malasan menonton televisi sambil makan keripik hanya menjawab dengan malas-malasan. “Ah aku malas”, begitu katanya.

Sang ibu yang sudah terbiasa dengan kelakuan Akiong terpaksa memancingnya dengan voucher restoran yang didapat dari pacarnya. “Akiong, nanti kalau kamu selesai, Mami kasih ini deh. Voucher makan sepuasnya di Restoran Takimawa!”

Mendengar kata-kata makan sepuasnya, mata Akiong pun berbinar dan langsung menyanggupi permintaan sang ibu. “Baiklah Bu! Akan aku lakukan!” katanya dengan penuh antusias. Takimawa saat itu merupakan restoran Jepang bintang lima, dimana kita bisa makan sepuasnya, wajar kalau Akiong tidak bisa menolak tawaran tersebut.

Tanpa membuang-buang waktu, dengan pakaian yang tidak pernah diganti, ia pun bergegas pergi. Hari itu masih pagi dan matahari masih bersinar lembut, tidak terlalu menyengat kulit. Perjalanan panjang Akiong ini merupakan yang pertama kalinya. Sebelumnya ia tidak pernah melakukan perjalanan lebih jauh dari 1km. Namun ia tidak memikirkan hal itu, yang ada di kepalanya saat ini hanyalah voucher makan sepuasnya yang telah dijanjikan oleh sang Ibu. Bermodalkan sendal jepit using di kakinya dan nafsu makan yang kuat, dengan riang ia membawa keranjang berisi penuh kue itu.

Setelah 10 menit perjalanan, berbunyilah perut Akiong.

“Aduh aku lapar sekali!” katanya sambil mengusap-usap perutnya yang seperti gentong.

Melihat keranjang yang penuh kue itu, munculah ide buruk di otaknya.

“Wah banyak sekali kue ini. Kalau aku ambil sedikit, pasti tidak apa-apa. Bibi kan tidak terlalu suka makan yang manis-manis” , katanya sambil mengambil kue tersebut.

Setelah memakan sepotong kue, ia pun melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanannya, ia melihat sebuah tanda yang menunjukan 2 arah. Yang pertama menuju jalan raya dan yang kedua menuju ke dalam hutan. Akiong pun mulai berpikir, untuk pilihan yang pertama, berarti ia harus memutar ke kota baru ia sampai ke hutan tempat bibinya tinggal. Namun bila ia terus melewati hutan, maka ia akan sampai lebih cepat. Atas dasar pemikiran sederhana dan asal-asalan itu, Akiong pun memilih untuk melewati hutan tersebut walau ia sendiri tidak tahu hutan apa yang akan ia lewati. Ia baru pertama kalinya pergi ke rumah bibinya sendirian karena sebelumnya ia selalu bersama ibunya dan selalu melewati kota.

Akiong berjalan dengan mantap menyusuri hutan. Setelah 10 menit berjalan, perut Akiong kembali berbunyi. Ia merasa lapar lagi dan mengabil lagi kue dari dalam keranjang. Merasa cukup, ia kembali melanjutkan perjalanannya dan 10 menit kemudian ia kembali merasa lapar. Ia mengambil lagi kue dari keranjang, dan begitu seterusnya setiap 10 menit. Hingga pada kilometer ke 4, kue dalam keranjang sudah habis.

“TIDAKK!! GAWAT!!! KUE UNTUK BIBI SUDAH HABIS!!” teriaknya penuh kepanikan.

Sambil memegang kepalanya yang hampir pecah karena panik, terdengar bunyi siulan kecil di kejauhan. Terlihat seekor serigala berkerudung merah sedang membawa keranjang. Dari baunya, Akiong tahu kalau keranjang itu berisi kue. Muncul ide jahat di kepalanya, yaitu merampok kue tersebut dan membawanya ke tempat bibi sebagai ganti kue yang ia telah habiskan. Dan ia pun mulai membuntuti serigala malang tersebut dengan langkah-langkah gempalnya.

Sambil menunggu waktu yang tepat, ia terus mengikuti dan menjaga jarak. Hingga pada suatu tempat, serigala itu tiba-tiba berhenti. Khawatir keberadaannya diketahui, Akiong langsung bersembunyi di semak-semak, yang tetap saja tidak bisa menyembunyikan tubuh raksasa Akiong. Tiba-tiba terdengar suara.

Cuurrr…… “Ahhh…. Lega….”

Ternyata serigala itu hanya berhenti untuk kencing. Melihat adanya kesempatan, dengan secepat kilat ia bergerak dan mengambil keranjang milik serigala tersebut. Serigala yang menyadari hal tersebut langsung berteriak dan berlari tak menghiraukan air kencingnya yang membasahi celananya sendiri.

“WOI MALING WOI!! MALING!! Aduh duh basah ni celana… WOI MALING!” teriak serigala dengan penuh emosi.

Akiong memang seekor babi yang sangat gendut, namun siapa yang sangka di saat seperti ini ia mampu bergerak dengan sangat lincah di antara pepohonan. Adrenalin sepertinya telah memacunya hingga dapat bergerak secepat kijang. Seperti atlet sprint, ia mampu melewati jarak 100m dalam waktu 11 detik saja. Badan gempalnya hanya terlihat seperti kostum yang menutupi badan atletisnya.

“Hosh.. Hosh.. Sial.. Kenapa babi gendut bisa selincah itu?” tanya serigala di tengah kelelahannya. Tanpa putus asa ia terus mengejar Akiong walau ia telah kehabisan tenaga. Setiap tarikan nafasnya seperti dipenuhi pertanyaan “kenapa nasibku malang seperti ini ya Tuhan..”.

Namun tampaknya stamina Akiong juga mulai habis. Di tengah tarikan nafasnya yang memburu dan keringat yang mengucur deras seperti air hujan, ia mencari tempat untuk bersandar dan ia menemukan sebuah bangunan yang terbuat dari jerami. Tanpa berpikir panjang ia pun merebahkan badannya.

BRUAK!!

Bangunan itu rubuh! Berat badan Akiong tampaknya tak dapat ditahan oleh bangunan lemah itu.

“WAH GAWAT!! INI GAWAT!!”

Di tengah kepanikannya, muncul tiga sekawanan babi preman yang nampaknya pemilik rumah tersebut. Tubuh mereka kekar dan dipenuhi otot. Rambut mereka juga gondrong tak terurus dan kuping mereka dipenuhi dengan tindikan, menambahkan kesan seram. Tato memenuhi tubuh mereka layaknya mafia Hongkong. Tiba-tiba salah satu dari mereka memulai pembicaraan.

“HEY GENDUT! KAMU YANG MENGHANCURKAN RUMAH KAMI HAH?!”

Kaki Akiong bergetar ketakutan. Lemak perutnya bergoyang naik turun. Keringat bercucuran dan suara pun tidak dapat keluar. Di tengah kepanikan, tiba-tiba terdengar suara berisik dari semak-semak.

“Tertangkap kamu babi gendut! Haha! Tak bisa kabur lagi kau!” teriak serigala yang tiba-tiba muncul dari semak-semak dengan penuh rasa kemenangan.

Akiong tiba-tiba langsung berteriak. “SERIGALA ITU MAS! Dia yang hancurin rumah mas-mas sekalian! Sesama babi kan gak mungkin saling merugikan, Mas!”

Ketiga babi preman itu kompak melihat ke arah serigala itu. Sang serigala juga membalas tatapan mereka dengan kebingungan. Ketiga babi preman itu kemudian saling memandang, seakan berbicara dengan mata mereka. Kompak mereka langsung menghampiri serigala itu dan menariknya keluar dari semak-semak. Tanpa sempat berkata apa-apa, serigala itu dihajar oleh para preman tersebut.

BUAK BRUK BUAK!!

“AH! Tidak! Ini salah paham! Tolong!!!” teriak serigala sambil berusaha melarikan diri, namun tampaknya hal itu dihiraukan oleh para preman tersebut. Terjadi kekerasan yang amat parah hingga tak sanggup diceritakan disini oleh pengarang. Entah bagaimana nasib serigala malang itu selanjutnya. Semoga ia masih dapat bertahan hidup.

Di tengah keributan itu, Akiong pergi meninggalkan mereka, tidak lupa membawa keranjang. Dengan penuh kemenangan dan rasa puas, ia berjalan terus tanpa tahu arah. Namun rasa puas tersebut hilang seketika saat ia menyadari bahwa ia telah tersesat. Ia mulai kebingungan dan tak tahu harus kemana. Ia hanya bisa duduk dan memikirkan apa yang harus ia lakukan, sambil memakan kue milik serigala yang ia rebut sambil memeras bajunya yang penuh keringat setelah tadi berlari.

“Hem.. Enak juga kue milik serigala itu. Tapi sekarang aku harus kemana? Hari sudah mulai sore dan aku tersesat. Aduhh… ASTAGA! KUENYA HABIS KUMAKAN! Wah kalau begini caranya, bisa-bisa aku tak mendapat voucher makanan dari ibu. Ah ya sudahlah. Yang penting aku bisa pulang.”

Dengan tenaga yang sudah kembali terisi berkat kue dari serigala, ia mulai beranjak dan berjalan menuju rumahnya walau ia juga tidak tahu harus melangkah kemana. Keringat bercucuran membasahi tanah. Bajunya mulai tembus pandang karena basah, semakin memperlihatkan bentuk tubuhnya yang bulat dan besar. Kakinya yang gempal mulai bergetar karena kelelahan. Keranjang yang kosong sudah ia tinggalkan. Ia hanya bisa berharap bertemu dengan seekor binatang lain yang dapat menuntunnya keluar dari hutan.

Terus menelusuri hutan, matahari mulai tenggelam dan sayup-sayup adzan mulai terdengar. Akiong masih berjalan dengan gontai. Perutnya berbunyi kencang karena kelaparan. Pohon buah terlihat dimana-mana, tapi sayangnya tak satupun yang berbuah. Tampaknya alam juga ingin memberikan pelajaran bagi Akiong yang pemalas. Di tengah kelaparannya, ia tidak dapat berpikir dengan baik. Rumput pun dimakan, begitu juga dengan tanah. Otak hewannya sudah kacau.

Malam hari pun tiba. Tampaknya tak ada harapan lagi bagi Akiong. Terduduk lemas sambil memandang bulan, Akion meratapi nasib. Bajunya sudah lusuh dan kotor oleh tanah, begitu juga celananya robek-robek. Wajahnya kotor karena lumpur, begitu pula dengan jari-jarinya. Badan Akiong yang merah terlihat kecoklatan karena tanah dan debu yang membungkus badannya.

Takdir memang kejam. Akiong sang Babi Merah Pemalas harus terperangkap di dalam hutan tersebut hingga menjadi gila. Hutan itu kemudian dikenal menyeramkan karena ada seekor babi gila yang akan mencuri keranjang setiap hewan yang lewat.

Bagaimana dengan nasib ibu Akiong yang ditinggal oleh anaknya? Ibu Babi ternyata memperoleh kehidupan yang lebih baik. Ia merasa tenang setelah ditinggal anaknya. Ia akan menikah dengan pacarnya dan pindah ke kota. Sang Ibu Babi berpikir saat ini Akiong sedang tinggal bersama kakaknya. Tak ada sedikitpun rasa cemas dalam diri Ibu Babi, walau kenyataannya Akiong sudah menjadi penghuni hutan tetangga dan menjadi gila. Malang nasib Akiong…

Sabtu, 02 Januari 2010

selamat!

selamat!

atas:

albert baru jadian
aswin balikan ama sisi
pira jadian ama linda
edo jadian ama cynthia *??*
si AD *nama samaran* jadian
si IT *nama samaran juga* jadian
vania yg trnyata juga uda jadian
trian balik k jakarta
teman2 yg berulangtaun akhir taun kmaren
taun baru 2010
gw yg bakal dapet PEJE banyak *hahaha!!


ada lagi yg perlu gw slamatin ? hahaha.

Jumat, 01 Januari 2010

2010 everibodi!

oh yeah skrg jam 11 tgl 1/1/10.
sedih rasanya harus meninggalkan taun 09.
seakan lom siap dengan hal2 yg menanti di taun yg baru
contohnya umur gw jadi 21
masuk semester 4
rencana bokap nyokap
adek gw masuk umn juga *kemungkinan ARGH
dsb dst
banyak men! haha!

lalu tgl 31 tebak gw ngapain?!
KERJA MEN!
MEN CRET MEN!

kerja dari jam 11 extend sampe jam 9 malem. untungnya sepi toko, setidaknya sampe gw dipulangin gara2 spv gw pasrah toko bakal madesu
abis gw pulang, entahlah! hahaha!

lalu smpe rumah gw langsug diangkut k rumah opung gw dg keadaan teler ngantuk to the max
dsana makan BABI oh yeah babi kecap so wonderful
lalu makan puding dkk nikmat sekali

trus ada acara dah ibadah gitu gitu
lagu pujian pake bahasa batak zzzzt
trus ada acara omong satu2 keluarga ungkapin apa aja yg mau diungkapkan
dan gw tidur
tidur
sampe gw dibangunin uda mau abis.
lalu dkasi duit HAHAHA
dan PULANG
nyampe rumah jam set5
tidur pastinya haha
jam 9 bangun dan jam 11 kerja


sampe toko, pengunjung cm debu dan lalet
sampe jam 11 transaksi masih NOL
makan gaji buta itu temen gw
SIAL!
sore rame lagi
ARGH
untung cepet pulang. gak ampe malem
skrg pasti masi pada ngelayanin customer ni temen2 gw wkwk.
ato gak siap2 tutup deh hehe.


well, gw gk gitu excited menghadapi taun 2010
lom ada resolusi berarti kali ya.
hahaha.


YOK SEMANGAT!